Oleh : Wawan Wahyuddin
Banten yang bervisi iman takwa, berakhlakul karimah memerlukan strategi untuk menggapainya
Salah satu strategi tersebut adalah melalui cara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dalam berbagai stuasi dan kondisi termasuk kondisi pandemi seperti yang sama sama kita hadapi
Transformasi dari serba tradisi ke serba teknologi informasi dalam pelaksanaanya. Sejak tahap persiapan dan pembukaan dan dengan protokol kesehatan yang ketat. sejak akan dimulai musabaqah karena mesti menjalani rapid test merupakan peristiwa yang sangat langka terjadi.
MTQ ini mengingatkan kita agar tetap menjadikan STAF (Siddiq Tablig Amanah Fatonah) lebih ditegakkan lagi. Dengan sindirin Alquran itu sendiri kita diuji bisyaiin minal khoufi. Dalam bentuk ujian virus saja dibuat tidak berdaya. Tidak hanya di bidang kesehatan semata, namun seluruh aspek kehidupan dibuat tertegun, bingung sebabaimana pelaksanaan ibadah haji yang biasa dengan jumlah yang berjuta juta turun drastis dibatasi hanya 1.000 orang.
Melalui MTQ ini dan dalam rangka menggapai visi misi Banten, saatnya dijadikan momen kebaikan dan perbaikan di berbagai bidang kehidupan. Paling tidak dengan MTQ ini warga Banten tetap semangat memberantas buta baca tulis Alquran dan mengamalkan apa yang menjadi seruan Alquran itu sendiri. Antara lain berdirinya Bank Banten Syariah, berdirinya gedung Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang megah dan para penyelenggara pemerintahan yang berakhlakul karimah yang jauh dari saling hujat dan fitnah.
Seluruh perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi Islam di Bnten ke depan memliki pusat studi dan riset Quran sehingga generasi penerus di Banten disinari Alquran. Wallahu a’lam.


