Ketua Komite Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia Abu Deedat Syihab berharap kepada ulama dan dai di Provinsi Banten untuk bersatu menghadapi tantangan dakwah yang semakin berat. Terutama berkaitan dengan maraknya pemurtadan dan merebaknya aliran sesat, serta gerakan komunis yang perlu dicermati.
“Tentu perlu kebersamaan dan bersatu dari seluruh komponen ulama dan dai, serta lembaga-lembaga Islam di bawah koordinasi MUI. Tanpa kebersamaan akan sulit menghadapi persoalan-persoalan umat,” ungkap Deedat saat menjadi pembicara pada acara Rapat Kerja Komite Dakwah Khusus (KDK) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten, Selasa (22/9).
Dalam kaitan itu pula, kata Deedat, di era teknologi informasi digital sangat perlu menggunakan media sosial sebagai media dakwah. MUI perlu merekrut tenaga-tenaga muda yang ahli di bidang teknologi informasi. Kemudian melakukan pelatihan-pelatihan kepada para dai agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah.
“Dakwah tidak hanya konvensional, juga harus memanfaatkan teknologi informasi. Makanya perlu dilakukan diklat-diklat. Bahkan tidak hanya diklat IT, juga diklat mengenai hukum supaya tidak terjerat pada permasalahan hukum ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” kata Deedat.
Kompleksnya permasalahan dakwah, apalagi yang berkaitan dengan permasalahan ekonomi umat, kata Deedat, perlu mensinergikan dakwah dengan pengembangan ekonomi umat. Misalnya membangunkan kesadaran umat untuk bersama mengembangkan dan bertransaksi untuk kekuatan umat. (EDT)



