MUI Jawa Timur Studi Banding ke MUI Banten

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten melalukan studi banding ke MUI Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten, Sabtu (12/12). 

Perwakilan pengurus MUI Jawa Timur diterima oleh unsur pimpinan MUI Banten yaitu Dr H AM Romly, Prof Dr H Sholeh Hidayat, KH M Rasna Dahlan, Prof Dr H Suparman Usman, Dr H Rodani, Dr Hj Iin Ratna Sumirat, Prof Dr H Zakaria Syafei, H Toton S, dan H Syamsudin.

Sekretaris Umum MUI Jawa Timur Ainul Yaqin yang memimpin rombongan mengungkapkan, studi banding ini dilakukan kedua tempat yaitu DI Yogyakarta dan Banten. “Kami berangkat hari Rabu (9/12), sesudah pencoblosan pilkada. Berangkat menuju Yogyakarta dan Banten. Ada dua rombongan. Yang berangkat ke Banten sepuluh orang. Yang hadir di sini sembilan orang,” ungkap Ainul.

Studi banding ini, lanjut Ainul, yang ikut yaitu pengurus dan staf berikut keluarganya. Selain untuk studi banding, juga untuk rihlah bersama anggota keluarga dengan mengunjungi tempat tempat bersejarah di kedua tempat yang dikunjungi.

“Mengunungi situs situs sejarah. Situs bersejarah perlu diperkenalkan kepada anak-anak kita. Sejarah perlu diajarkan kepada anak kita kita. Banten ada Sultan Maulana Hasanuddin dan Sultan Maulana Yusuf,” ungkapnya.

Dengan studi banding ini, lanjut dia, akan ada input dari kedua belah pihak. Karena itu ia mengharapkan informasi mengenai MUI Banten.

Ketua MUI Banten Dr H AM Romly mengucapkan terima kasih atas adanya kunjungan studi banding dari MUI Jawa Timur. “Tahun 2021 akhir periode kepengurusan dan kami akan berganti kepengurusan pada 2021. Kedatangan MUI Jawa Timur ke Banten semoga membawa berkah kepada kita semua,” ungkap Romly.

Di MUI Banten, kata Romly, sudah membentuk komite dakwah khusus. Kemudian membentuk Satgas Covid-19 yang bergerak di tatanan nonmaterial, seperti membuat panduan keagamaan di tengah pandemi dan menyebarluaskan fatwa MUI, menulis artikel di media suratkabar yang kemudian dihimpun menjadi buku.

Dalam bidang ekonomi syariah, bersama  Paguyuban Urang Banten setiap minggu menggelar webnar tentang ekonomi syariah. Kemudian hasilnya akan dibukukan.

Pada kesempatan itu, Romly memberikan kesempatan kepada unsur pimpinan MUI Banten untuk menyampaikan program dan kinerja secara singkat untuk diketahui MUI Jawa Timur.

Rasna Dahlan, misalnya, mengungkakan tentang kondisi riil dakwah di Banten selama ini berjalan baik dan lancar. Di tengah situasi  Covid-19, ada pembatasan kegiatan dan harus mengikuti petunjuk dari pemerintah sesuai protokol kesehatan .

“Ribuan masjid di Banten, kegiatan pada masa pandemi bervariasi. Khusus di kampung-kampung, seperti di pelosok Pandeglang,  biasa-biasa saja dan tidak terpengaruh. Sekitar 30 persen masjid di kota kota, mengikuti prokes,” ungkap Rasna.

Sementara Prof Suparman Usman di Bidang Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama mengungkapkan, di Banten  terdapat sejumlah ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Alwasliyah. Bahkan terdapat ormas yang lahir di Banten yaitu  Alkhairiyah dan Mathl’aul Anwar. 

“Hubungan antar umat beragama normal dan berjalan cukup baik.  Hubungan antar umat beragama sebagaiman kita ketahui, kebijakan kerukunan umat beragama yaitu ada FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Secara kebetulan saya cukup lama sebagai ketua FKUB, lebih dari 10 tahun.  Sekarang ketua FKUB Banten dipimpin oleh Pak Romly,” ungkap Suparman.

Kerukunan umat beragama di Banten, lanjut Suparman, sudah ada sejak dulu.  Di pusat Kota Serang, masjid agung berdekatan dengan gereja. Di Banten Lama, masjid dekat dengan vihara. “Para pimpinan daerah di Banten konsisten dengan pembinaan kerukunan umat beragama,” kata Suparman.

Prof Sholeh Hidayat menambahkan, MUI Banten juga telah membentuk  Komite Daerah Keuangan Syariah bersama ormas dan sudah dikomunikasikan dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. “Gubernur merespons baik. Apalagi ada kawasan halal di Cikande,” ungkap Sholeh.

Sementara Sekum MUI Banten Prof Zakaria Syafei memaparkan tentang kondisi kepemilikan gedung MUI, personel sekretariat, sejumlah program kerja, dan lainnya. (Edt)