MUI Banten Gelar Seminar Pemantapan Wahdatul Umat

Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia MUI Provinsi Banten, Senin (12/10), mengadakan kegiatan seminar tentang pemantapan wahdatul umat dalam berbagai perspektif.

Pesertanya perwakilan Komisi Ukhuwah MUI Provinsi Banten, Komisi Kerukunan MUI Provinsi Banten, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI kabupaten dan kota, perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Mathla’ul Anwar, Alkhairiyah, DMI Banten, FSPP Banten, ICMI Banten  dan lainnya.

Adapun narasumbernya yaitu Ketua PW Muhammadiyah Banten HM Syamudin, Wakil Ketua PW Nahdlatul Ulama Banten Sukron Makmun, dan Ketua MUI Banten Prof H Suparman Usman.

Ketua Panitia Seminar KH Nasuha Abu Bakar menjelaskan, tujuan seminar antara lain untuk memberikan pencerahan kepada ulama dan umaro terkait arti penting makna dan ukhuwah dalam Islam sehingga menjadi rujukan umat yang ada di bawahnya, memberikan gambaran sudut pandang ukhuwah menurut perspektif agama dan kemasyarakatan, memberikan gambaran dan wawasan kepada para peserta terkait kerawanan konflik antar umat menjelang Pilkada serentak dalam sudut pandang syiasah, memberikan pemahaman Islam secara komprehensif dan kaffah  serta terciptanya ukhuwah islamiyah di internal umat Islam.

Ketua Umum MUI Provinsi Banten Dr H AM Romly saat membuka acara mengungkapkan,  seminar pemantapan wahdatul umat ini penting. Di tengah perbedaan-perbedaan yang terjadi di masyarakat jangan sampai menimbulkan  perpecahan.

Ia mencontohkan tata cara turun sujud dalam salat. Dalam hal itu, ulama ada dua pendapat. Pertama, kedua lutut dulu baru kedua tangan. Pendapat kedua, kedua tangan dahulu, baru kemudian kedua lutut.

“Ada banyak hal perbedaan, tapi jangan sampai menimbulkan perpecahan,” kata Romly.

Dalam persoalan politik pun, lanjut dia,  jangan sampai terjadi perpecahan. Mantan kepala Kanwil Kemenag Banten ini tidak menginginkan terjadi saling caci maki dan provokasi. Karena itu, para ulama dan umaro harus mampu menjaga umat. (EDT)