MUI Banten Akan Luncurkan Buku 100 Tokoh Ulama

Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, sejatinya bakal meluncurkan buku 100 tokoh ulama Banten. Hal ini terungkap ketika Komisi Infokom melakukan silaturahim dengan Ketua Umum MUI Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pdi, pada Kamis (22/1/2026).

Ketua Komisi Infokom MUI Banten, Prof. H. Syihabudin, menyampaikan rencana Komisi Infokom untuk menerbitkan buku 100 tokoh ulama yang ada di Banten. “Nantinya buku tersebut sebagai kado akhir tahun 2026. Karena itu, kami minta dukungan Ketua Umum MUI Banten,” ujarnya.

Menurut Syihabudin, sebenarnya gagasan untuk menerbitkan buku 100 tokoh ulama Banten itu sudah lama. Hanya saja keinginan tersebut belum pernah terealisasi. “Komisi Infokom MUI Banten sudah mengadakan rapat terkait penerbitan buku 100 tokoh ulama Banten tersebut,” beber Syihabudin.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum MUI Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pdi, menyatakan dukungannya terhadap rencana penerbitan buku 100 tokoh ulama Banten.

  1. Bazari menjelaskan, gagasan menerbitkan buku 100 ulama Banten ini cukup bagus. Kita mulai saja sekarang seri pertama karena nanti juga akan ada revisi cetakan kedua dan berikutnya untuk menyempurnakan.

Sebenarnya imbuh KH. Bazari, ada beberapa kriteria ulama antara lain, ada ulama yang dikonotasikan sebagai ulama pejuang seperti Brigjen KH. Syam’un, pendiri Al-Kairiyah Citangkil, Kota Cilegon. Ada pula ulama cendekiawan seperti Prof. KH. Wahab Afif, MA, Prof. Dr. KH. Mas Ahmad Tihami, MA, MM, dan ada pula ulama yang aktif di organisasi yakni, KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusdy, KH. Mahmud Nawawi, serta masih banyak lagi yang lainnya. Namun, ada pula ulama yang booming di tengah-tengah masyarakat sebagai da’i atau penceramah.

Ia mengungkapkan, ada pula ulama klasik dan pejuang seperti KH. Abdul Fatah Hasan sebagai anggota BPUPKI. Bahkan. Bahkan hampir semua Bupati yang ada di Banten itu dulunya mayoritas ulama antara lain, Brigjen KH. Syam’un (Kabupaten Serang),

  1. Tb. Hialim (Pandeglang), KH. Tb Hasan (Lebak) dan KH. Haeron (Tangerang). “Itu semuanya ulama,” katanya.
  2. Bazari menambahkan, ada pula ulama yang aktif di Pondok Pesantren Salafi antara lain, KH. Suhaemi (Padarincang, KH. Abuya Dimyati (Cidahu Pandeglang), KH. Dimyati (Pasar.Kemis Tangerang) dan.masih banyak yang lainnya. (Hrz/Infokom).