
Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho bersilaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Kamis (18/2). Kedatangan Kapolda disambut langsung oleh Ketua Umum MUI Provinsi Banten Dr H AM Romly bersama Sekum Prof Dr H Zakaria Syafei, Prof Dr H Sholeh Hidayat (Wakil Ketua Umum dan Ketua DKM Masjid Raya Al Bantani), H Embay Mulya Syarief (Dewan Pertimbangan MUI), KH M Rasna Dahlan (pengurus dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Banten), dan Rodani (Direktur LPPOM MUI Banten).
Pada pertemuan di ruang ketua umum MUI, Kapolda secara singkat memaparkan 12 programnya. Antara lain Rukun Ulama Umaro, Saba Pesantren, Saba Sesepuh, dan Polisi Sayang Anak Yatim.
“Sudah sebulan lebih menjabat, sudah keliling ke pesantren-pesantren, tokoh-tokoh agama dan ulama di Banten. Namun ke MUI baru sempat sowan hari ini karena melihat situasi dan kondisi,” kata Kapolda.
Kapolda menjelaskan, silaturahmi ini sejalan dengan program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Seperti Kapolri yang bersilaturahmi dengan MUI, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.
“Sebagai Kapolda baru, harus sowan kepada yang sepuh. Memohon bimbingan dan arahan agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan lancar,” ungkap Kapolda.
Pada kesempatan itu, Kapolda menyampaikan bahwa posisi MUI sangat strategis dalam menciptakan suasana keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Seperti dalam menghadapi persoalan terkini dengan munculnya hoax, masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang meresahkan masyarakat.
Para ulama, lanjut Kapolda, memiliki trust di masyarakat. Karena itu, Kapolda mengharapkan dukungan dan doa dari MUI dan unsur-unsur lainnya agar program berjalan lancar. “Untuk program Ngaji Bareng Kapolda belum terlaksana karena situasi,” katanya.
Ketua Umum MUI Provinsi Banten Dr H AM Romly menyambut baik dan mengapresiasi 12 program Kapolda. Bahkan ia mengaku menyimpan tulisan 12 program tersebut. “Dari koran saya gunting, saya simpan di dompet supaya ingat pas buka dompet,” kata Romly sambil tersenyum.
Romly mengungkapkan, MUI punya peran sebagai himayatul ummah dan himayatul daulah. Artinya menjaga umat dan menjaga negara. “Menjalankan agama jangan merusak negara. Begitu pula menjalankan negara jangan sampai merusak agama,” kata Romly.
Selain itu, MUI juga sebagai khadimul ummah atau pelayan umat. Dalam hal ini, MUI dan Polri sama sama sebagai pelayan umat. Satu lagi MUI sebagai shadiqul hukumah yaitu sebagai mitra pemerintah.
“Kami mendukung program-program pemerintah dan laksanakan dengan sungguh-sungguh,” ungkap Romly.
Pada kesempatan itu, Romly mengharapkan persoalan persoalan sosial untuk dapat segera diredam karena jika sudah besar susah sulit diredam. Karena itu pula, MUI mengharapkan informasi terkini dari Polda dan apa yang harus dilakukan oleh MUI. (EDT)



