Oleh Nasuha Abu Bakar MA
Mungkin tulisan ini terlambat di-share, jawab saya mungkin saja “Ya”. Akan tetapi sebagai ungkapan rasa bahagia hati dengan kehadiran “Fatayat” di wilayah Provinsi Banten dan sekaligus ucapan selamat kepada sahabat yang baru baru ini telah dilantik menjadi pengurus wilayah Provinsi Banten.
Di benak saya, Fatayat adalah sekumpulan wanita wanita muda “Min Banaati Annahdhiyyiin” yang energik, inovatif, dan berprinsip. Yang dimaksud dengan enerjik, Fatayat tidak pernah mengenal kata “lelah” dalam memperjuangkan keadilan guna meratanya kesejahteraan, kenyamanan hidup bersama. Bahasa kaum Nahdiyin biasanya digunakan kata “untuk kemaslahatan umat”. Yang dimaksud dengan inovatif adalah Fatayat berupaya melakukan terobosan terobosan langkah langkah baru yang bisa saja belum sempat dilakukan oleh Fatayat sebelum-sebelumnya. Seperti melakukan peningkatan kualitas pangan bekerja sama dengan pihak desa, melurahan, puskesmas dan Dinas Ketahanan Pangan, serta dinas-dinas lainnya yang terkait sebagai upaya menjaga kesehatan anak bangsa dari sisi kesehatan dan memperbaiki kualitas gizinya. Dan ada juga yang sangat prinsip untuk mendapatkan perhatian secara khusus dan menjadi agenda prioritas, yaitu soal perdagangan manusia dan sejenisnya yang menurut saya ini telah mencabik cabik urat nadi bangsa. Sebagai contoh belum lama, di BSD telah dilakukan penggerebekan terhadap satu tempat hiburan yang di dalamnya melakukan praktik-praktik hiburan plus. Sebagai negara yang menganut prinsip kenegaraan yang berketuhanan tentu tindakan itu bertentangan.
Berprinsip, Fatayat selalu menyadari jati diri nya sebagai kaum hawa yang dilahirkan dari keluarga Nahdiyin. Faham atau belum sempat belajar untuk faham bahwa orang orang Nahdiyin lulusan pondok pesantren bahkan sebagian besar pondok pesantren menjadi markas perjuangan anak bangsa. Oleh karena nya, Fatayat akan selalu bersama sama dengan dengan kaum sarungan untuk menjaga NKRI. Bahkan Fatayat yang selama ini mendapat tempat di hati penguasa bisa menjadi wasilah, mediator untuk meningkatkan perhatian penguasa terhadap pondok pondok pesantren yang ada di tanah Nusantara tercinta ini.
Istilah “Gebece” itu hanya istilah saya saja yang kepanjangannya Generasi Cerdas Berkualitas. Ini harapan yang disampaikan oleh Ketua PP Fatayat Anggia Ermarini, anggota Komisi IX DPR RI. Harapan itu disampaikan pada saat melantik, mengukuhkan Pengurus Wilayah Fatayat NU Banten yang bertempat di Gedung Pendopo Lama Gubernur Banten, jalan Brigjen KH.Syam’un nomor 5 kota Serang Banten, Selasa, 18 Agustus 2020.
Pak Ustadz Dzul Birri sangat menaruh harapan besar terhadap langkah langkah Fatayat, dengan ringannya beliau mengatakan:
“Menjadi Fatayat selalu berusaha Sholihaat, Kehadirannya dirindukan umat,
Menjadi penerus Muslimat, Langkahnya menebar Manfaat, Menjaga NKRI dari praktikpraktik Maksaiat
Wallaahu’alamu bish shawaab wa ilahil musta’aan
Sabiluna, Selasa 25 Agustus 2020, pukul 04.40



