{"id":738,"date":"2021-06-03T15:50:00","date_gmt":"2021-06-03T08:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/?p=738"},"modified":"2021-06-07T15:54:44","modified_gmt":"2021-06-07T08:54:44","slug":"mui-banten-akan-buat-kode-etik-pengurus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/mui-banten-akan-buat-kode-etik-pengurus\/","title":{"rendered":"MUI Banten Akan Buat Kode Etik Pengurus"},"content":{"rendered":"\n<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten akan membuat kode etik bagi pengurus. Perumusan kode etik yang&nbsp; melibatkan Dewan Pertimbangan, Pimpinan Harian, dan para ketua Komisi, hasilnya akan ditetapkan pada sidang pleno Musyawarah Daerah (Musda) V MUI Banten pada awal Desember 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut mengemuka pada Rapat Panitia Steering Committee (SC) Musda V MUI Banten, Kamis (3\/6), di aula rapat dengan agenda rapat tentang penyelarasan materi Musda V.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rapat dihadiri oleh Dr H AM Romly (Ketua Umum\/Penanggung Jawab Musda V), Prof Dr H Zakaria Syafei (Sekretaris Umum\/Sekretaris SC), Prof Dr HE Syibli Syarjaya LML (Ketua SC), Dr H Rodani (Sekretaris SC), Prof Dr H Suparman Usman SH (anggota SC), Prof Dr H B Syafuri M.Hum (anggota SC), KH Zaenal Abidin Syuja&#8217;i (anggota SC).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada rapat tersebut, Ketua SC Musda V Provinsi Banten Prof Dr HE Syibli Syarjaya meminta kepada Prof Zakaria sebagai Sekretaris SC yang juga sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan&nbsp; untuk merumuskan draft kode etik yang selanjutnya akan dibahas pada rapat khusus yang melibatkan unsur Dewan Pertimbangan, Pimpinan Harian, dan para Ketua Komisi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kode etik ini penting, antara lain untuk merespons perkembangan dan dinamika politik, seperti akan adanya penyelenggaraan pilkada dan pemilu. Bagaimana aturan mainnya jika ada pengurus yang diminta menjadi salah satu tim pemenangan salah satu calon,&#8221; ungkap Syibli.<\/p>\n\n\n\n<p>KH Zaenal Abidin Syujai menambahkan, kode etik itu penting antara lain untuk menjaga netralitas MUI sebagai organisasi yang mengayomi umat. &#8220;Sebagai organisasi MUI harus netral. Tidak boleh memihak siapa pun,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof Dr H Zakaria Syafe&#8217;i menyatakan, kode etik juga akan mencantumkan perihal pengurus yang tersandung masalah hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, rapat yang berlangsung hingga dua jam itu membahas dan mengoreksi buku panduan dan materi Musda V. Hasil koreksi\/revisi pada rapat, sebelum dicetak atau dibukukan perlu dikoreksi kembali secara berama sama untuk menghindari kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu koreksi yaitu ada garis-garis program MUI Provinsi Banten masa khidmat 2021-2026, Program Bidang Pembinaan Seni Budaya Islam dihapus. Bidang ini kemudian menjadi salah satu lembaga.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian rapat juga sepakat membuat&nbsp; bidang baru yaitu Bidang Kesehatan Umat.<br>Dengan demikian, lingkup program MUI Banten tetap 12 bidang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada buku panduan dan materi Musda V, terdapat istilah Islam wasathiyah diubah penulisannya menjadi wasathiyah al islam atau wasathiyatul islam. (EdT)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten akan membuat kode etik bagi pengurus. Perumusan kode etik yang&nbsp; melibatkan Dewan Pertimbangan, Pimpinan Harian, dan para ketua Komisi, hasilnya akan ditetapkan pada sidang pleno Musyawarah Daerah (Musda) V MUI Banten pada awal Desember 2021. Hal tersebut mengemuka pada Rapat Panitia Steering Committee (SC) Musda V MUI Banten, Kamis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":739,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beret"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=738"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":740,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/738\/revisions\/740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}