{"id":354,"date":"2020-09-10T20:38:00","date_gmt":"2020-09-10T13:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/?p=354"},"modified":"2020-09-11T20:52:16","modified_gmt":"2020-09-11T13:52:16","slug":"baca-catatan-harianmu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/baca-catatan-harianmu\/","title":{"rendered":"Baca Catatan Harianmu"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Oleh Nasuha Abu Bakar MA<br><br>Setiap guru berbeda beda mempunyai amalan hariannya. Ada yang membaca Asmaul Husna, membaca istighfar. Ada juga yang senangnya membaca salawat Kamilah. Ada juga yang membiasakan membaca wirid Dalaailul Khairat. Ada juga yang mengamalkan kitab munajat. Ada juga yang mengamalkan shalat shalat sunah. Ada juga yang amalannya dengan puasa sunah. Ada yang hobinya bersedekah. Ada juga yang amalannya membaca sayyidul istigfar. Ada yang merutinkan membaca ratibul Haddad. Ada juga yang wiridan amalan harian nya dengan membaca kitab suci Al-Quran.<br><br>Seingat saya Pak Ustadz Dzul Birri amalan hariannya tadarrus Al-Quran. Setiap hari beliau tidak pernah melewatkan hari harinya kecuali dengan menyelesaikan dua kadang tiga juz. Beliau termasuk yang bisa Istiqomah membacanya setiap hari.<br><br>Sore itu sengaja saya datang masih agak siang, jam 15.45 tujuannya supaya bisa silaturahim dengan pak ustadz lebih lama. Benar saja ketika saya sampai di majlis dzikir, suara pak ustadz terdengar dengan jelas sedang membaca Al-Quran. Sebentar sebentar suara beliau terdengar, tidak lama kemudian berhenti lagi. Tidak lama suaranya terdengar dan berhenti lagi. Ayat yang dibaca berulang-ulang, dibaca berulang-ulang. Setelah saya simak dengan sungguh sungguh, ternyata yang dibaca oleh beliau surat 17: ayat 14:<br>&#8220;Iqra&#8217; Kitaabaka, kafaa binafsikal yauma &#8216;alaika hasiibaa&#8221; Bacalah kitabmu, cukuplah dengan jiwamu pada hari ini engkau menghisab dirimu&#8221;<br><br>Saya mencoba mengamati dan menyimak ternyata Pak Ustadz Dzul Birri menghentikan bacaannya dan terlihat beliau membiarkan linangan air matanya membasahi kedua pipinya. Rupanya kehadiran saya telah membuyarkan nikmat menangis sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Atau dalam istilah kaum sarungan disebut taqarrub yang sedang dirasakannya.<br><br>&#8220;Saya merasa sangat malu karena Allah memerintahkan kita supaya Membaca &#8220;Buku catatan Harian&#8221; kita. Saya terbayang sepertinya tidak akan sanggup menanggung rasa malu di hadapan orang banyak sementara isi buku itu prilaku buruk, perbuatan dzalim yang belum sempat dihapus dengan taubat. Ataupun bisa juga taubat sudah hanya saja Allah tidak berkenan menghapus nya. Bisa dipastikan saya akan dipermalukan oleh dosa dosa yang belum terampuni. Itulah buku catatan harian kita yang semestinya dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.&#8221;<br><br>Yaa Allah semoga engkau berkenan memberikan kitab catatan amal hamba dengan tangan kanan&#8221; pesan Pak Ustadz Dzul Birri kepada saya sambil membaca doa.<br><br>Wallaahu &#8216;alamu bish shawaab wa ilahil musta&#8217;aan<br><br>Ciater, Kamis 10 September 2020, pukul 11.55 WIB<br><br><br><br>,<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Nasuha Abu Bakar MA Setiap guru berbeda beda mempunyai amalan hariannya. Ada yang membaca Asmaul Husna, membaca istighfar. Ada juga yang senangnya membaca salawat Kamilah. Ada juga yang membiasakan membaca wirid Dalaailul Khairat. Ada juga yang mengamalkan kitab munajat. Ada juga yang mengamalkan shalat shalat sunah. Ada juga yang amalannya dengan puasa sunah. Ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":334,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beret"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":355,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354\/revisions\/355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}