{"id":306,"date":"2020-08-29T22:23:29","date_gmt":"2020-08-29T15:23:29","guid":{"rendered":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/?p=306"},"modified":"2020-08-29T22:23:36","modified_gmt":"2020-08-29T15:23:36","slug":"masker-dan-pesan-ustadz-dzul-birri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/masker-dan-pesan-ustadz-dzul-birri\/","title":{"rendered":"Masker dan Pesan Ustadz Dzul Birri"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/nasuha.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-307\" width=\"231\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/nasuha.jpeg 346w, https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/nasuha-245x300.jpeg 245w, https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/nasuha-344x420.jpeg 344w\" sizes=\"auto, (max-width: 231px) 100vw, 231px\" \/><figcaption>Nasuha Abu Bakar MA<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Wabah pandemi yang disebut dengan istilah Covid-19 penyebarannya begitu cepat sekali sehingga mengakibatkan berjatuhan korban yang sangat mengejutkan sekaligus membuat khawatir terhadap keselamatan warga dan masyarakat yang pada akhirnya setiap pemangku kekuasaan harus mengambil dan menentukan kebijakan. Ada yang memilih <em>lock down<\/em>, ada juga seperti pemerintah Tanah Air Nusantara hanya mengambil keputusan dan memilih PSBB sebagai pilihan pahitnya. Dan dampaknya sangat merepotkan kegiatan masyarakat pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berulang nya penterapan kebijakan PSBB merupakan sikap dan upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat dari penyebaran virus Corona yang konon sangat mudah menyebar nya. Di antara langkah dan upaya nya untuk tidak mudah terkena penyebaran virus Corona baik pemerintah, pihak swasta, ormas ormas membagikan Masker karena menurut teori nya bahwa virus menyebar melalui mulut, pernapasan, bersin bersin dan banyak lainnya dan memakai&nbsp; masker salah satu upaya menjaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda cara pendekatan dan pemahaman Pak Ustadz Dzul Birri menafsirkan penggunaan masker. Sejak jauh jauh hari, sejak munculnya berita tentang virus Corona dan diberlakukannya pemakaman masker pak ustadz sudah sejak lama mengajak dan menghimbau supaya jaga omongan, jaga ucapan. Maksudnya agar jama&#8217;ah Pengajian malam Jumat Kliwonannya selalu waspada, mengatur ucapan dan perkataan yang akan diucapkan kepada orang lain. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa orang beriman tidak akan mengucapkan kalimat kecuali yang bernilai ibadah. Karena bagi orang beriman selalu ingat surat ke 50 Qaaf ayat 18 yang artinya:<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir&#8221; .<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sepertinya kita ini sudah mulai bandel, sering mengabaikan pesan pesan Allah yang maha Rahman. Mulut kita memang diam membisu, satu katapun tidak terucapkan, akan tetapi kata kata tidak terpuji, kalimat caci-maki, ungkapan cela mencela diserahkan sepenuhnya kepadanya jari jemari melalui tulisan di wastapp. Mencerca dan mencaci maki orang lain yang tidak sejalan pendapat dan pandangannya baik dalam masalah aliran politik ataupun pemikiran perbedaan Madzhab menjadi suguhan menu harian yang membanjiri grup WA, IG dan FB. Dengan kasih saying-Nya, Allah mempunyai cara tersendiri untuk membungkam mulut hamba-hamba-Nya yang masih senang dan suka mengumbar kebenciannya melalui dunia maya.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba lihat surat 3 Ali Imran ayat 54:<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;&#8230;&#8230;Dan Allah sebaik baik pembalas tipu daya&#8221;.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penyebaran virus Corona diperkirakan lebih sering melalui mulut dan hidung kemudian menjadi sempit nya saluran pernapasan. Manusia hanya mampu memahami faktor dan penyebab dzahirnya saja sehingga solusinya mengenakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Mengapa harus jaga jarak, karena selama ini kalau berdekatan yang dibicarakan kebesaran manusia, membanggakan makhluk, jarang bahkan bisa juga kosong dan nol besar membesarkan dan mengagungkan Allah. Mengapa cuci tangan, maksudnya bukan cuci tangan saja tetapi lebih kepada mensucikan diri dan jiwa.<\/p>\n\n\n\n<p>Memakai masker lebih kepada menjaga mulut, bisa saja itu cara Allah membungkam mulut kita supaya tidak lagi berkata kata kecuali hanya yang baik baik saja, seperti sabda nabi kita tercinta Muhammad Shalallaahu alaihi wasallam:<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Man kaana yu&#8217;minu billaahi wal yaumil aakhiri fal yaqul Khairan auw liyashmut<\/em>. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir maka berkata-kata yang baik, atau diam&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Sangat disayangkan manusia belum mampu membaca dan memahami dalam makna sejatinya penggunaan masker.<\/p>\n\n\n\n<p>Wallaahu&#8217;alamu bish shawaab wa ilahil musta&#8217;aan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bambu Apus Pamulang, Sabtu 29 Agustus 2020 pukul 15.15<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wabah pandemi yang disebut dengan istilah Covid-19 penyebarannya begitu cepat sekali sehingga mengakibatkan berjatuhan korban yang sangat mengejutkan sekaligus membuat khawatir terhadap keselamatan warga dan masyarakat yang pada akhirnya setiap pemangku kekuasaan harus mengambil dan menentukan kebijakan. Ada yang memilih lock down, ada juga seperti pemerintah Tanah Air Nusantara hanya mengambil keputusan dan memilih PSBB [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":308,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beret"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=306"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/306\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":309,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/306\/revisions\/309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}