{"id":210,"date":"2020-07-30T10:56:56","date_gmt":"2020-07-30T03:56:56","guid":{"rendered":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/?p=210"},"modified":"2020-07-30T10:56:57","modified_gmt":"2020-07-30T03:56:57","slug":"haji-orang-orang-pilihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/haji-orang-orang-pilihan\/","title":{"rendered":"Haji Orang-Orang Pilihan"},"content":{"rendered":"\n<p><em><strong>Ketua ICMI Kabupaten Tangerang Maksis Sakhab<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksanaan ibadah haji tahun ini (1441 H) sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang pernah kita ketahui dan alami. Ibadah haji 1441 H ini sudah sejak lama dinanti kaum muslimin dan muslimat terutama mereka yang mendapat giliran berangkat ke tanah suci di tahun tersebut. Sudah lama membayangkan berada di tanah suci di bulan Dzulhijjah menunaikan ibadah haji seraya berharap mendapat predikat Haji Mabrur dari Allah SWT. Namun benar adanya, manusia hanya bisa berencana tetapi Allah lah yang punya kuasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Apapun yang menjadi sebab, terutamanya adalah adanya pandemi covid-19 yang menyebar di seluruh dunia mengharuskan Jamaah haji dari berbagai belahan negara di dunia terhenti dan tidak mendapat izin masuk wilayah Arab Saudi, termasuk Indonesia tanpa terkecuali. Tepatnya tanggal 2 Juni 2020, Menteri Agama menyiarkan kepada masyarakat Indonesia tentang pembatalan keberangkatan Calon Jamaah Haji Indonesia tahun 1441 H ini akibat tidak ada kepastian dari Kerajaan Arab Saudi yang sejak lama dinantikan keputusannya oleh Pemerintah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu apa yang kita saksikan hari ini adalah pelaksanaan Ibadah Haji tetap berjalan meskipun di tengah pandemi, perbedaannya adalah hanya diperuntukan bagi orang yang tengah berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Tak hanya itu, jumlah Jamaah haji sangat terbatas yakni 1000 Jamaah, dan harus melalui seleksi ketat. Orang Indonesia hanya lolos tiga orang yang akan melaksanakan Ibadah Haji tahun ini. Ini benar-benar menjadi Tahun Haji bagi hamba Allah yang terpilih.<\/p>\n\n\n\n<p>Teknis pelaksanaan Haji orang-orang pilihan ini pun berbeda dari biasanya. Di tengah protokol yang sangat ketat, Jamaah haji akan memulai miqat dari Qarnul Manazil, sebuah lokasi yang terletak di Thaif, berjarak 94 KM dari Kota Makkah. Qarnul Manazil memiliki riwayat tarikh tempat bertemunya Nabi Muhammad SAW dengan Malaikat Jibril saat Nabi Muhammad hendak kembali ke Kota Makkah dalam keadaan sedih atas perlakuan penduduk Thaif pada waktu itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Perintah melaksanakan haji tertuang dalam ayat-ayat-Nya di dalam Al-Quran, misalnya QS. Ali Imran ayat 97, QS. Al Baqarah ayat 196, QS. Al Baqarah ayat 189, QS. Al Hajj ayat 27, dan masih banyak ayat lainnya yang bisa kita temukan yang membahas tentang haji. Haji tahun ini teramat istimewa penulis katakan, lantaran tidak bisa semua orang, bahkan yang sudah memiliki niat serta telah menyelesaikan syariat tapi tidak bisa berangkat ke tanah suci. Kekuasaan Allah itu memang teramat tinggi, nalar manusia yang mengatakan para jamaah yang sudah melunasi biaya haji, melewati tes kesehatan dan sebagainya harusnya dapat diberangkatkan namun Allah punya jawaban.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi orang-orang yang akan melaksanakan Ibadah Haji tahun ini sungguhlah istimewa, mendapat panggilan Allah di saat orang-orang lainnya tak kuasa berangkat ke tanah harom. Ketidakkuasaan orang-orang yang ditunda keberangkatannya adalah akibat adanya kekhawatiran penyebaran covid-19. Setidaknya ada 3 (tiga) keistimewaan dalam pandangan penulis yang dialami Calon Jamaah haji di tengah wabah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, Kaana Amina yakni dalam keadaan aman. Allah telah menjamin orang-orang yang memasuki area maqom Ibrahim yang letaknya di lingkungan Ka\u2019bah tempat tawaf para jamaah haji sebuah keamanan. Dijelaskan dalam QS. Ali Imran:97 bahwa siapa yang telah memasuki sekitaran area maqom Ibrahim maka baginya dalam keadaan aman. Betapa keadaan orang-orang saat ini di berbagai belahan dunia mengkhawatirkan akan covid-19, setiap negara memberlakukan aturan yang cukup ketat untuk menghindari keganasan virus tersebut, Allah memilih segelintir orang untuk memasuki Masjidil Haram area Ka\u2019bah dengan keamanan yang terjamin tanpa rasa takut dan khawatir. Ini ditandai dengan protokol yang ketat di area masjidil haram, tata cara pelaksanaan Ibadah Haji yang dibuat khusus melindungi Jamaah. Berjarak dengan Jamaah yang lain, tinggal di pemondokan satu kamar satu orang, benar-benar terjaga dari kekhawatiran adanya penyebaran virus. Ini sudah menjadi taqdir Allah menerima tamu-tamu pilihan-Nya di tengah ketakutan yang banyak orang alami.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, khusyu dalam rangkaian Ibadah. Ini barangkali pengalaman yang dapat dialami setiap individu berbeda-beda. Namun Haji tahun ini secara kasat mata, para jamaah akan terjaga dari keramaian seperti biasanya. Artinya, disini Allah telah memberi keadaan dimana para jamaah saling menjaga secara fisik, sekalipun tujuan dzohirnya adalah menghindari kontak fisik namun yang kita tidak tahu adalah dibalik nilai spiritual individu Jamaah yang mengalami kekhusyuan dalam beribadah dengan asumsi kelonggaran yang terjadi secara fisik. Jamaah akan dapat lebih banyak berurusan dengan sendirinya. Fokus dalam doa-doa kepada Allah, memohon ampunan-Nya, meminta keselamatan dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, menjadi bagian yang sedikit dari yang banyak. Menjadi golongan yang sedikit dari kebanyakan orang memiliki keistimewaan di mata Allah SWT. Allah menceritakan keadaan golongan yang banyak itu dalam keadaan inkar dan kufur. Sebaliknya, hanya sedikit golongan yang mampu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT. QS. Al-A\u2019raf:10 disana dikatakan bahwa Allah telah menempatkan orang-orang di muka bumi dan menyediakannya tempat penghidupan, namun Allah memandang amat sedikit yang bersyukur.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu ketika seorang pemuda berdoa pada saat melaksanakan Thawaf dengan doa meminta agar dijadikan sebagai gologan yang sedikit, terdengarlah doa pemuda tadi oleh Sang Amirul Mukminin, Umar Bin Khattab. Maka dipanggillah pemuda tersebut oleh Umar, seraya berkata Wahai Pemuda, mengapa engkau berdoa sedemikan rupa seakan tak ada lagi doa yang dimiliki, pemuda itu menjawab Wahai amirul mukminin aku takut kalau aku tidak berada dalam golongan yang bersyukur atas nikmat Allah, dan golongan itu hanya sedikit saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksanaan ibadah haji tahun 1441 H ini ditandai dengan sedikitnya Jamaah yang diperkenankan melaksanakannya, itu artinya ada kekhususan yang diberikan oleh Allah kepada siapapun yang diizinkan melaksanakannya di tengah wabah ini. Berdoalah semoga orang-orang yang dipilih Allah itu mendoakan kita semua yang batal berangkat atau yang belum mendapat kesempatan agar disegerakan mampu menunaikan Ibadah haji di tahun berikutnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua ICMI Kabupaten Tangerang Maksis Sakhab Pelaksanaan ibadah haji tahun ini (1441 H) sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang pernah kita ketahui dan alami. Ibadah haji 1441 H ini sudah sejak lama dinanti kaum muslimin dan muslimat terutama mereka yang mendapat giliran berangkat ke tanah suci di tahun tersebut. Sudah lama membayangkan berada di tanah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":202,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6],"class_list":["post-210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beret","tag-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=210"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":212,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210\/revisions\/212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muibanten.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}